Friday, January 12, 2007
Mula-mula
Pembicaraan soal menikah ini mulainya sejak kapan ya? Hm, well, gw dan Hilman udah ngomongin ini sejak gw masih di sono. Meski jarak membentang, waktu memisahkan *cie* ternyata kami membuktikan bahwa bara cinta kamu tetap membara. Halah. Singkatnya, gw meng-conquer ketakutan gw sendiri akan hubungan jarak jauh. Ternyata toh gw teryakinkan *atau teryakini* bahwa gw dan Hilman bisa punya hubungan jarak jauh yang menyenangkan. Terima kasih kepada skype, ym dan gtalk tentunya. Tanpa mereka, apa jadinyalah kami berdua...
Bla bla blu blu, begitu pulang, kami sempat membicarakan secara serius soal menikah ini. Tentu serius dong, ini kan obrolan orang dewasa, hihihi. Obrolan kawinan pertama dilakukan di Bakoel Koffie Cikini. Tempat paling nyaman di dunia fana ini. Sayang, di mana-mana nongkrong itu mesti jajan sekalian. Andai di Jakarta ada taman di mana kita bisa nongkrong gratis, huhuhuhu...
Setelah itu ya pembicaraan berlangsung di banyak tempat yang tak terkira. Mulai dari atas jengle alias RX King berplat B 6642 BAW, Pondok Bambu, Kayu Manis atau tempat-tempat transitan lainnya. Sebagai gadis dengan buku catatan, maka gw tidak bisa hidup tanpa notes. Sejak beberapa pekan lalu, gw punya notes kecil tempat gw mencatat segala pritil-pritil kawinan. Tadinya notes yang emang beneran kecil, tapi gw gak tahan. Akhirnya gw pilih buku WWF yang dikasih Rena, temen kuliah gw, dulu. Dengan buku ini gw merasa terpuassssskannnnn...
Dari obrolan kecil-kecil-kecil itu, akhirnya kita sampai di satu kesepakatan mulia. Mau nikah. Huhuhuhu.. gw selalu merasa menjadi 'orang dewasa' gitu. Padahal kan kami masiiii muudaaa lhooooo... kekekekek...
Begitulah. Sepanjang blog ini ya isinya bakal seputar persiapan pernikahan kami. Cihuy! Nyam nyam nyam nyam... *kayak ranselnya Dora*
Bla bla blu blu, begitu pulang, kami sempat membicarakan secara serius soal menikah ini. Tentu serius dong, ini kan obrolan orang dewasa, hihihi. Obrolan kawinan pertama dilakukan di Bakoel Koffie Cikini. Tempat paling nyaman di dunia fana ini. Sayang, di mana-mana nongkrong itu mesti jajan sekalian. Andai di Jakarta ada taman di mana kita bisa nongkrong gratis, huhuhuhu...
Setelah itu ya pembicaraan berlangsung di banyak tempat yang tak terkira. Mulai dari atas jengle alias RX King berplat B 6642 BAW, Pondok Bambu, Kayu Manis atau tempat-tempat transitan lainnya. Sebagai gadis dengan buku catatan, maka gw tidak bisa hidup tanpa notes. Sejak beberapa pekan lalu, gw punya notes kecil tempat gw mencatat segala pritil-pritil kawinan. Tadinya notes yang emang beneran kecil, tapi gw gak tahan. Akhirnya gw pilih buku WWF yang dikasih Rena, temen kuliah gw, dulu. Dengan buku ini gw merasa terpuassssskannnnn...
Dari obrolan kecil-kecil-kecil itu, akhirnya kita sampai di satu kesepakatan mulia. Mau nikah. Huhuhuhu.. gw selalu merasa menjadi 'orang dewasa' gitu. Padahal kan kami masiiii muudaaa lhooooo... kekekekek...
Begitulah. Sepanjang blog ini ya isinya bakal seputar persiapan pernikahan kami. Cihuy! Nyam nyam nyam nyam... *kayak ranselnya Dora*