Monday, January 29, 2007
Perawan Menurut Pengakuannya
Beberapa hari lalu, urusan surat pengantar dari kelurahan beres sudah. Surat-surat dari Hilman udah lengkap, begitu juga yang dari gw.
Yang namanya formulir pemerintahan, pasti ada aja aneh-anehnya. Misalnya di surat ijin nikah, eh atau apa gitu. Formulir N1 deh pokoknya. Di situ kan dicantumkan nama gw, nama ortu, dll gitu. Nah lalu ada satu bagian di mana si pemohon diminta mengisi apakah dia masih perjaka atau duda.
Lalu di formulir gw tulisannya gini: 'Perawan menurut pengakuannya'
Halaaahhh.. apa siiyy.. Itu kan pernyataan yang gak penting. Ngapain juga negara ngurusin perawan atau enggaknya seseorang. Pastinya sih yang dimaksud bukan soal virginatas, tapi masih single atau udah pernah nikah. Lah kan ada kosa kata dalam bahasa Indonesia yaitu lajang. Kenapa juga gak dipake itu? Lagian lajang itu kan lebih universal, berlaku buat laki-laki maupun perempuan. Daripada repot-repot sok ngurusin perawan atau enggaknya seorang perempuan, mendingan tulis aja 'lajang atau sudah menikah'.
Mungkin perlu juga dibikin perombakan di sistem formulir yang ada di lembaga pemerintahan. Supaya update dengan isu kebahasaan terkini, juga gak bias gender atau apa pun lah itu.
Kalo ada orang iseng ngisi formulir aneh-aneh gitu gimana ya? Misalnya gini: 'lajang, tapi bukan perawan'. Atau 'lajang, tapi pernah main sama PSK'. Informasi soal pernah main sama PSK itu justru lebih penting ketimbang informasi perawan/perjakanya seseorang. Artinya kan perlu diwaspadai soal kesehatan si calon pengantin itu. Dan kalo ada informasi soal begitu, formulir N1 itu jadi lebih berguna. Ketimbang ngurusin seorang calon pengantin itu perawan atau enggak. Huh.
Yang namanya formulir pemerintahan, pasti ada aja aneh-anehnya. Misalnya di surat ijin nikah, eh atau apa gitu. Formulir N1 deh pokoknya. Di situ kan dicantumkan nama gw, nama ortu, dll gitu. Nah lalu ada satu bagian di mana si pemohon diminta mengisi apakah dia masih perjaka atau duda.
Lalu di formulir gw tulisannya gini: 'Perawan menurut pengakuannya'
Halaaahhh.. apa siiyy.. Itu kan pernyataan yang gak penting. Ngapain juga negara ngurusin perawan atau enggaknya seseorang. Pastinya sih yang dimaksud bukan soal virginatas, tapi masih single atau udah pernah nikah. Lah kan ada kosa kata dalam bahasa Indonesia yaitu lajang. Kenapa juga gak dipake itu? Lagian lajang itu kan lebih universal, berlaku buat laki-laki maupun perempuan. Daripada repot-repot sok ngurusin perawan atau enggaknya seorang perempuan, mendingan tulis aja 'lajang atau sudah menikah'.
Mungkin perlu juga dibikin perombakan di sistem formulir yang ada di lembaga pemerintahan. Supaya update dengan isu kebahasaan terkini, juga gak bias gender atau apa pun lah itu.
Kalo ada orang iseng ngisi formulir aneh-aneh gitu gimana ya? Misalnya gini: 'lajang, tapi bukan perawan'. Atau 'lajang, tapi pernah main sama PSK'. Informasi soal pernah main sama PSK itu justru lebih penting ketimbang informasi perawan/perjakanya seseorang. Artinya kan perlu diwaspadai soal kesehatan si calon pengantin itu. Dan kalo ada informasi soal begitu, formulir N1 itu jadi lebih berguna. Ketimbang ngurusin seorang calon pengantin itu perawan atau enggak. Huh.